Google

Rabu, 07 November 2007

Fasilitas VoA Mendorong Meningkatknya Kunjungan Turis Rusia ke Indonesia


Pemberian fasilitas visa saat kunjungan (Visa on Arrival/VoA) bagi wisatawan Rusia yang berkunjungan ke Indonesia telah mendorong meningkatnya arus kunjungan turis dari negeri itu ke Indonesia, yang tahun 2006 melonjak tajam hingga 99,06% mencapai 34.116 wisatawan.

"Dengan pemberian fasilitas VoA minat wisatawan Rusia berkunjung ke Indonesia meningkat," kata Presiden Susilo Bambang Yudhoyono di Istana Negara, Kamis (6/9), usai menyaksikan penandatanganan kerjasama kebudayaan, pariwisata dan cinematografi antara Indonesia-Rusia.

Nota program kerja sama kebudayaan kedua negara ditandatangani Sekjen Departemen Kebudayaan dan Pariwisata (Depbudpar) DR.Sapta Nirwandar dan Duta Besar Rusia untuk Indonesia Alexander Ivanov disaksikan Presiden RI Susilo Bambang Yudhoyono dan Presiden Rusia Vladimir Putin. Hadir dalam acara itu sejumlah menteri Kabinet Indonesia Bersatu di antaranya Menbudpar Jero Wacik.

Presiden mengatakan, wisatawan Rusia selama berkunjung di Indonesia memiliki lama tinggal cukup panjang. "Wisatawan Rusia sangat menyukai Bali, masa kunjungannya juga termasuk lama. Bahkan saat ini ada restoran yang berciri khas Rusia," kata Presiden.

Sementara itu Sekjen Depbudpar DR. Sapta Nirwandar mengatakan, di masa datang akan banyak pertukaran kerjasama khususnya di bidang kebudayaan antara Indonesia dan Rusia yang diharapkan juga mendorong meningkatkanya kunjungan wisatawan kedua negara. "Kedua negara memiliki kebudayaan yang cukup tua dan lokasi-lokasi kebudayaan yang menarik dikunjungi," katanya.

Program kerja sama kebudayaan 2008-2010 kedua negara antara lain meliputi penyelenggaraan Hari Kebudayaan Rusia di Indonesia dan Hari Kebudayaan Indonesia di Rusia, kerja sama bidang pertunjukan musik dan tari serta film untuk festival film. Juga kerja sama dalam pemeran foto, pertukaran kunjungan kelompok seni dan teater, pertukaran kunjungan peneliti dan ahli sinematografi serta bidang lain yang terkait dengan studi kebudayaan.

Indonesia dan Rusia sebelumnya telah menandatangani Memorandum of Understanding (MoU) di bidang pariwisata pada 1 Desember 2006 di Moskow. Dengan adanya MoU tersebut kunjungan wisatawan antar kedua negara semakin meningkat.

Tercatat tahun 2004 jumlah kunjungan wisman asal Rusia ke Indonesia mencapai 18.770 orang atau menempati peringkat 14 dari total wisman Amerika dan Eropa yang berkunjungan ke Indonesia. Tahun 2005 kunjungan turis Rusia turun 8,7% menjadi 17.138 wisatawan. Tahun 2006 kunjungan turis Rusia melonjak hingga 99,06% mencapai 34.116 wisatawan sehingga peringkatnya meningkat ke posisi 9 dari keseluruhan wisatawan Amerika dan Eropa yang berkunjung ke Indonesia. (www.budpar.go.id)



Tidak ada komentar: