Google

Senin, 31 Desember 2007

ADWINDO-JATENG OVERVIEW


About us :

ADWINDO merupakan wadah perhimpunan para Duta Wisata yang mempunyai kedudukan di tingkat pusat dan daerah diseluruh wilayah Indonesia. Di Provinsi Jawa Tengah terbentuklah AWINDO-JATENG, yang merupakan Dewan Perwakilan Daerah tingkat provinsi dimana anggotanya terdiri atas para Duta Wisata dari 35 kabupaten/kota di Jawa Tengah, terutama para Mas dan Mbak Jawa Tengah.

Vision and Mision :
  1. Mensosialisasikan Mas dan Mbak Jateng sebagai sebuah brand duta wisata Jawa Tengah dan menanamkan image positif di masyarakat bahwa Mas & Mbak Jateng adalah representasi generasi muda rupawan yang dibekali dengan kemampuan berfikir cerdas lewat penguasaan IPTEK, kreatifitas dan inovasi tinggi, serta kecerdasan emosional, moral dan sosial.
  2. Menjadi mitra pemerintah dalam menentukan arah kebijakan pariwisata serta memberi kontribusi positif dalam pengembangan dunia kepariwisataan di Jawa Tengah dan Indonesia melalui kreatifitas dan inovasi para Mas & Mbak Jawa Tengah.
  3. Melaksanakan kegiatan-kegiatan dalam bidang seni budaya, pariwisata, pendidikan dll, dengan tujuan menggali potensi-potensi ekonomi yang bermanfaat bagi kesejahteraan anggota dan masyarakat.

Our Services :
ADWINDO-JATENG Provide various Services Such as :
  1. ADWINDO Tourism Development.
  2. ADWINDO for Educations.
  3. ADWINDO Productions : Event Organizer, Agencys, Javanese Ethnic Distro (Comming Soon).

Membership:
Secara teknis semua duta wisata di Jawa Tengah khususnya para finalis Mas & Mbak jateng adalah anggota Adwindo-Jateng, akan tetapi tetap dibutuhkan upaya proaktif dari para duta wisata untuk mengaktivasi membership dengan mengisi formulir pendaftaran, sehingga dapat terkoordinasi dan tersimpan dalam database Adwindo-Jateng yang nantinya akan dimanfaatkan sebagai talent-talent potensial dalam berbagai kegiatan sesuai dengan karakter and kemampuan masing-masing talent.

  • Sekretariat Adwindo Jateng : Central Java Tourist Informations Center (TIC), Jln. Pemuda No.147 Semarang.
  • Blog : www.adwindo-jateng.blogspot.
  • Fs and Email : adwindo.jateng@gmail.com
  • Groups : http://groups.yahoo.com/group/adwindo-jateng

SUSUNAN DEWAN PENGURUS ADWINDO DPD JATENG 2007-2009

CHAIRMAN : Mansur Hidayat, S.Kom
www.mansur-perspektif.blogspot.com

VISE CHAIRMAN : Aditya Angger Wibowo, S.T

SECRETARY :
a. Zulfikar Adi Kusuma

b. Deka Novendra Wiendriyana



TREASURER
:
a. Astrid Widayani, S.E
b. Na’ima Maftukha

SPECIAL DIVISIONS :

Public Rellations :
a. Tri Ari Wibowo
b. Anastalia


Art and Culture
:
a. Rorie Asy’ari
b. Ariana Budiarti Rahayuka

General Affair :
a. Panji Asnan
b. Indra Dhani Kusuma



Human Resources and Development :
a. Hendy Pratama, S.Pd
b. Puji Rahayuningtyas

Social & Organizational :
a. Rifqi Agung Trianaputra
b. Ria Marlinda


Research and Development
:
a. Aldino Wisnu Oktora
b. Mochamad Ikhsan

AREA COORDINATOR :
Semarang, Kendal, Demak, Ungaran, Salatiga (Anastasia Ratih Prameswari-DW Salatiga)Kudus, Jepara, Pati, Rembang, Blora, Grobogan (Yuane Satya Rini-DW Pati)
Surakarta, Sukoharjo, Boyolali, Wonogiri, Sragen, Klaten (Vina Ayundha Prasasti-DW Solo)Magelang Kota, Kabupaten Magelang, Wonosobo, Temanggung, Purworejo, Kebumen (Angga Rakasiwi Nugroho-DW Temanggung)
Banjarnegara, Purbalingga, Banyumas, Cilacap (Nurul Atika Rahman-DW Banyumas)
Batang, Pekalongan Kota, Kabupaten Magelang, Pemalang, Brebes, Kab. Tegal, Tegal Kota (Ari Denta Listya-DW Pemalang)

FORMULA RAHASIA BERFIKIR POSITIF

Ubahlah cara berpikir Anda, maka Anda akan dapat mengubah kehidupan Anda, begitu kata pepatah. Pepatah ini juga sudah banyak dijadikan judul buku dan judul artikel. Nah, jika Anda ingin memiliki kehidupan yang sukses dan berbahagia, berpikirlah sukses dan bahagia. Intinya, berpikirlah positif. Bagaimana caranya? Simak formula rahasia berpikir positif berikut.

Kekuatan Berpikir Positif

Mengapa kita harus berpikir positif? Mungkin hal tidak lagi rahasia. Kita perlu berpikir positif agar mendapatkan hasil yang positif? Mengapa bisa demikian?

Melihat positif. Bepikir positif membuat kita fokus pada hal-hal yang positif. Seperti juga pengalaman masa kecil penulis ketika menghilangkan kejenuhan dalam perjalanan dari Jakarta ke Bandung. Bersama anak-anak lain di dalam mobil, kami berlomba menemukan mobil berwarna merah. Siapa yang terlebih dulu melihat mobil merah, ia bisa menepuk punggung lawannya. Yang menang adalah yang paling banyak menepuk punggung lawannya. Ternyata sepanjang jalan, banyak sekali ditemui mobil warna merah, sehingga kamipun tidak merasa bosan dan tak terasa sudah tiba di tempat tujuan. Pelajaran yang bisa diambil disini, jika kita berpikir positif, kita akan termotivasi untuk menemukan hal-hal yang positif dalam hidup ini. Mungkin saja ada hal-hal lain yang tidak positif, walaupun hal itu harus kita alami juga, tetapi kita tidak akan putus asa, karena fokus perhatian kita jauh melampaui hal-hal yang negatif tersebut kepada hal-hal positif dibalik yang non-positif.


Berbicara positif :

Coba perhatikan dua ucapan di bawah ini. keduanya mengekspresikan ketidakhadiran pada sebuah acara pertemuan yang diusulkan.

"Maaf pak, besok saya tidak bisa ikut menghadiri pertemuan dengan Anda, karena sudah ada acara lain yang sudah terjadwal. Apakah pertemuan bisa kita jadwal ulang?"

"Pak, saya bisa menyediakan waktu khusus untuk pertemuan dengan bapak, pada hari Rabu atau Jum'at. Bagaimana dengan Bapak? Apakah bapak bisa bertemu hari Rabu atau Jum'at?"

Ucapan pertama terlihat lebih fokus pada diri sendiri, dan menomorduakan orang lain. Sedangkan ungkapan kedua terdengar lebih positif, karena lebih fokus perhatian pada lawan bicara, sehingga lawan bicara lebih merasa dihargai. Hasilnya, tentunya lebih positif yang kedua. Jadi, dengan berpikir positif, kita juga terdorong untuk berbicara positif. Kita termotivasi untuk tulus menyampaikan dan mengekspresikan emosi positif kita pada orang-orang sekitar, sehingga merekapun merasa nyaman berada didekat kita karena terhibur dengan kata-kata positif tersebut.

Mendengar Positif :

Berpikir positif juga membantu kita untuk mensortir segala sesuatu yang kita dengar atau membantu kita menyimak segala sesuatu yang kita dengan dengan lebih positif. Coba perhatikan dua komentar berikut mengenai sebuah kuliah yang baru saja dihadiri.

"Ah, kuliah tadi sama sekali tidak menyenangkan, tidak bermanfaat, dan membosankan. "

"Kuliah tadi mengajar saya mengenai hal-hal penting untuk menjadi pembicara yang menarik."

Dengan berpikir positif, kita bisa melihat kesempatan dalam kesempitan, kita bisa menyimpulkan hal positif dari apapun yang kita dengar. Mendengarkan kritikan dan ejekan, bisa memotivasi kita untuk mengevaluasi dan memperbaiki diri. Mendengar pujian juga memotivasi kita untuk lebih meningkatkan diri. Mendengar penyampaian masalah, kita terpacu untuk melihat kesempatan emas dibalik masalah tersebut.

Bertindak positif :

Tentunya apa yang kita pikirkan itulah yang kita jalankan. Jika kita fokuskan pikiran kita untuk pergi ke Surabaya, maka kita akan tiba di Surabaya. Jika kita fokuskan pikiran kita untuk menyelesaikan sebuah pekerjaan, maka kita akan mengerahkan seluruh upaya untuk menyelesaikan pekerjaan tersebut, dan pekerjaan tersebut pasti akan terselesaikan. Demikian pula jika kita memikirkan hal-hal yang positif, maka kita akan terdorong untuk melakukan hal-hal yang positif, sehingga kita juga pasti akan mendapatkan hal-hal yang psoitif. Seorang wanita yang berasal dari keluarga yang hidup kurang, sejak remaja ingin menjadi dokter, akhirnya karena ia berpikir ia bisa, berbagai kendala dan kegagalan bukan dianggap sebagai kegagalan, karena pikirannya melampaui kegagalan dan masalah, sehingga akhirnya iapun dapat meraih cita-citanya, walaupun ia harus melewati jalan dan perjuangan panjang untuk mewujudkan cita-citanya tersebut.

Berpikir Kreatif :

Ternyata berpikir positif juga mendorong kita untuk berpkir alternatif. Karena fokus kita pada hal-hal yang positif, maka jika perjalanan kita terhalang oleh hal-hal yang non-positif, kita bisa berpikir panjang untuk memutar otak menemukan ide-ide baru, alternatif baru untuk melompati masalah atau tantangan yang menghadang. Jadi, seperti kata pepatah, jika tidak ada rotan, akarpun jadi. Jika satu cara tidak bisa, pasti ada cara lain untuk sukses.



Formula Berpikir Positif

Setelah kita mengenal kekuatan berpikir positif, lalu bagaimana caranya kita mulai berpikir positif.

Self-Talk. Rahasia yang pertama ini diungkapkan oleh Joel Chue, seorang penulis buku `Secrets to unlocking your real potentials. Menurut Joel, di awal hari, sebelum kita memulai berbagai kegiatan kita atau bahkan di hari sebelumnya, kita perlu berkata pada diri kita bahwa hari ini kita akan berpikir positif, bertindak positif, berkata positif, dan meraih hal-hal yang positif. Lalu, kita putar `film kegiatan kita' di hari itu, dan mencoba mencari celah mengenai hal-hal positif apa yang bisa kita terapkan hari itu.

Biasa menjadi luar biasa. Kalau rahasia yang satu ini sudah diungkapkan oleh Howard Schultz yang berhasil menjadikan kedai kopi biasa menjadi luar biasa, bahkan menjadi menggurita di seluruh dunia. Jadi, jika Anda bosan dengan hal-hal yang biasa, coba jadikan luar biasa dengan cara yang berbeda atau untuk tujuan yang berbeda, sehingga hasilnya juga akan secara signifikan berbeda.

Melihat Kedepan. Banyak orang yang menjadi putus asa karena mereka hanya memfokuskan pikiran dan pandangan mereka pada hal-hal yang berada di depan mata mereka saja. Mereka tidak mau menunggu atau mencoba untuk melihat dari sudut pandang yang berbeda untuk mendapat pandangan yang berbeda, atau melihat dengan lebih luas, sehingga bisa melihat secara lebih lengkap apa yang sedang terjadi, bukan hanya apa yang berada di hadapan mereka. Jika seorang buta hanya memegang ekor gajah yang kecil, maka ia berpikir bahwa yang dihadapannya adalah binatang kecil. Tetapi jika ia mau menganalisa dengan lebih menyeluruh, maka ia bisa menemukan bahwa yang ia hadapai adalah binatang yang besar, yang ada dihadapannya hanyalah sebagian kecil dari tubuh binatang tersebut, yaitu, ekornya yang kecil. Demikian juga dengan kita. Seringkali kita terpana pada kesulitan kecil, kita tidak mau melihat `hadiah' dibalik kesulitan yang sudah menunggu kita. Dengan berpikir positif, kita akan termotivasi untuk melihat jauh kedepan, sehingga kesulitan hari ini tidak akan menjadi batu
sandungan bagi kita untuk maju.

Berpikir Mungkin :

Kata `mungkin' ternyata memiliki kekuatan dahsyat. Dengan berpikir mungkin, kita akan terdorong untuk mencoba, mencari alternatif solusi, dan mencari dukungan yang diperlukan, menggunakan alat atau fasilitas yang bisa kita manfaatkan untuk mewujudkannya. Nah, berpikir mungkin, membuat kita untuk berpikir positif atau berpikir sukses, karena segala sesuatu bisa diraih. Dulu orang akan terbahak jika ada yang menyampaikan ide manusia untuk mendarat di bulan. Tetapi, saat ini, hal itu sudah bukan hal yang mengherankan lagi. Hal ini terjadi karena ada orang-orang yang berpikir `mungkin', lalu mencari cara dan mencoba berbagai cara agar kemungkinan tersebut bisa diwujudkan.

Bagaimana dengan Anda, apakah saat ini mengubah hidup Anda menjadi lebih baik? Maka yang perlu Anda lakukan adalah berpikir lebih baik, atau berpikir positif.

Selamat berpikir positif. Sukses untuk kita semua.

Oleh:
Prof. Dr. Roy Sembel, (Smart_WISDOM@ yahoogroups. com)
Dekan FE Universitas Multimedia Nusantara (www.unimedia. ac.id)
Sandra Sembel, (ssembel@yahoo. com)
Pemerhati SDM dan e-learning

Source: http://www.al-mansur.info

e-Learning Berbasis 3G

Implementasi Corporate Social Responsibility Melalui e-Learning Berbasis 3G

(Oleh : Mansur Hidayat, S.Kom)

Corporate Social Responsibility atau lebih terkenal dengan CSR adalah istilah populer yang digunakan untuk mewakili sebuah program bakti sosial sebagai bentuk kontribusi positif dari perusahaan kepada masyarakat. Ada beberapa contoh program CSR yang telah dilakukan beberapa perusahaan ternama di Indonesia belakangan ini. Diantaranya PT Indosat berkerjasama dengan UNDP meluncurkan voucher Mentari Limited Editions bertemakan Voucher Mentari Edisi Anak Indonesia, sebagai bentuk dukungan indosat dalam program Millennium Development Goals (MDGs) yang salah satunya berkonsentrasi pada pembangunan bidang pendidikan. Selain itu PT Indosat juga menyelenggarakan Program Peningkatan Kompetensi Guru IPA dan Matematika bekerja sama dengan Universitas Andalas, Universitas Bung Hatta dan Universitas Negeri Padang, Sumatera Barat. Kemudian perusahaan lain pelaksana CSR adalah PT. Sampoerna yang membagikan banyak beasiswa pendidikan melalui Sampoerna Foundations, selain itu juga ada renovasi sekolah yang dilakukan oleh BNI dan masih banyak lagi.

Selain PT Indosat, operator telekomunikasi lainya yang identik dengan teknologi tinggi, kreatifitas dan inovasi serta ketersediaan rupiah yang tidak sedikit juga tidak ketinggalan memeriahkan ajang pengabdian kepada masyarakat lewat CSR. Diantaranya PT Telkom yang secara aktif melakukan usaha pemerataan informasi dan penetrasi jaringan internet di sekolah-sekolah yang mempunyai kondisi geografis dan infrastruktur tertinggal. Kerjasama Mobile-8 dengan berbagai institusi pendidikan di Tanah Air, salah satunya adalah akses gratis ke portal dikmenjur bagi seluruh sekolah menengah kejuruan di Pulau Jawa dan akses portal gratis bagi mahasiswa Universitas Jember dalam menunjang program belajar dan mengajar di lingkungan universitas tersebut.

Berbeda dengan operator lainya yang lebih terfokus pada sektor-sektor tertentu, Exelcomindo melakukan program tanggung jawab sosial perusahaan kepada masyarakat secara lebih general dengan target seluruh lapisan masyarakat dari berbagai macam latar belakang. Misalnya seminar Indonesia berprestasi yang dilaksanakan Xlcare sebagai wujud dukungan terhadap dunia pendidikan di Indonesia dan peningkatan kualitas anak-anak untuk masa depan yang lebih baik. Senimar ini menyuguhkan pengalaman inspiratif dari tim TOFI yang telah disponsori oleh XL dibawah asuhan Prof DR Yohanes Surya Phd, yang berhasil mengharumkan nama Indonesia ditengah bencana yang banyak terjadi, Luar biasa lagi adalah hasil olimpiade Fisika Internasional 37 di Singapura pada Juli 2006. Indonesia merebut juara dunia dengan meraih gelar The Absolute Winner dan 4 emas serta 1 perak. Indonesia menyisihkan lebih dari 83 negara, suatu olimpiade fisika terbesar di dunia. Selain itu hadir juga Prof. Ratna Megawangi Phd, sebagai pendiri Indonesia Heritage Foundation yaitu membangun TK Alternatif Semai Benih Bangsa Berkarakter untuk anak tidak mampu. Kegiatan sosial lain yang telah dilaksanakan XL adalah Bali Re-Found, Pulihkan Jogja Kita dan masih banyak lagi.

Petanyaanya sekarang, apakah Corporate Social Responsibility yang telah dilakukan khususnya oleh Telco Industry telah mencapai titik optimal atau hanya sekedar titik awal dari suatu kontribusi besar bagi kemajuan bangsa Indonesia? Pertanyaan ini hendaknya menjadi pekerjaan rumah bagi para pelaku industri ini. Hanya komitmen dan niat yang kuat yang akan melahirkan kebijakan-kebijakan internal perusahaan yang diharapkan mampu memberi kontribusi positif bagi kemajuan bangsa. Banyak hal yang dapat dilakukan untuk memberi manfaat lebih bagi masyarakat dengan memanfaatkan sumber daya yang dimiliki oleh pelaku industri telekomunikasi. Kiranya tidak berlebihan jika sektor industri ini di tuntut untuk berbuat lebih dan selalu proaktif dalam meningkatkan volume dan variasi program CSR. Karena operator telekomunikasi di Indonesia mempunyai sumber daya melimpah dengan total pendapatan mencapai sekitar Rp 50 triliun per tahun, yang berasal dari berbagai layanan seperti jasa internet, fixed phone, mobile phone, multimedia dan lain-lain. Salah satu real actions yang dapat dilaksanakan operator telekomunikasi dalam waktu dekat ini dalam mengimplementasikan CSR adalah dengan memanfaatkan 3G sebagai sebuah teknologi potensial yang dapat di explorasi lebih dalam demi kemajuan bangsa oleh operator-operator pemegang lisensi.


Hadirnya 3G di Indonesia.

Hadirnya teknologi selular generasi ketiga (3G) third generation banyak menyedot perhatian sebagian besar masyarakat. Banyak yang menantikan, namun banyak juga yang masa bodoh. Mereka yang antusias menantikan kehadiran teknologi ini meyakini 3G mampu menyembuhkan sempitnya pembuluh data yang diusung oleh teknologi generasi sebelumnya. Tidak salah memang jika sebagian masyarakat penggila teknologi berekspektasi tinggi terhadap 3G, karena teknologi ini memungkinkan penggunanya untuk menikmati pita lebar yang diklaim memiliki kecepatan jauh lebih tinggi dibanding generasi 2G dan 2.5G. Generasi ke-2 atau 2G yang hanya mampu menyajikan kecepatan 9.6 Kbps menggunakan WAP (Wireless Applications Protocol) dan 115 Kbps disediakan oleh GPRS (General Packet Radio Service) yang berasal dari generasi 2.5G. Kecepatan data yang lebih tinggi dari kedua teknologi diatas, yaitu sebesar 384 Kbps sempat dihadirkan oleh EDGE (Enhanced Data Rate GSM Evolutions) sebagai midle generations yang menjembatani evolusi generasi 2G menuju 3G. Adapun 3G sendiri secara teoritis mampu memanjakan penggunanya dengan menyajikan kecepatan transfer data hingga lebih dari 2 Mbps, dengan kecepatan sebesar itu memungkinkan pelanggan seluler untuk menikmati berbagai layanan transfer data berkecepatan tinggi seperti video calling, teleconfrence, video streaming, mobile TV dan tentu saja akses internet berkecepatan tinggi untuk keperluan download dan browsing.

Pada Februari gelaran tender pun digelar oleh pemerintah untuk menentukan operator mana saja yang berhak memperoleh selembar kertas lisensi dari sebuah blok pita frekuensi bernama 3G. Akhirnya terpilihlah tiga operator pemegang lisensi 3G, yaitu Telkomsel dengan penawaran Rp 218 miliar, XL Rp 188 miliar dan terakhir Indosat dengan mengeluarkan kocek sebesar Rp 160 miliar. Jumlah tersebut hanyalah biaya untuk kepentingan memenangkan tender, belum jumlah lebih besar yang harus dikeluarkan untuk investasi pada teknologi ini. XL mengklaim telah berinvestasi sekitar USD 50-100 juta untuk layanan 3G, Telkomsel menganggarkan dana Rp 3 triliun untuk memasang 3000 Base Tranceiver Stations (BTS) dalam kurun waktu 3 tahun kedepan dan akan terus ditambah seiring kebutuhan pasar.

Investasi mahal ini adalah salah satu faktor yang membuat sebagian kalangan merasa pesimis akan masa depan 3G di Indonesia. Karena logikanya investasi yang besar selalu berakibat tingginya tarif dari layanan itu sendiri, apalagi kondisi tersebut didukung oleh tekanan untuk mengembalikan modal investasi yang dikeluarkan dalam batasan waktu. Mengapa? Karena dalam industri ini teknologi selalu berkembang begitu cepatnya, belum memulai untuk mendulang rupiah di negeri ini 3G sudah dibayang-bayangi kehadiran WIMAX atau lebih populer dengan Fourth Generations Technologhy atau 4G, teknologi Broadband Wireless Access (BWA) yang diklaim paling efektif dan efisien. WIMAX dapat melakukan transfer data dengan kecepatan hingga 70Mbps dalam radius jarak 30-50 km dari base stations dalam menyediakan akses broadband bagi pelanggan. Yang cukup membuat 3G gigit jari adalah biaya investasi WIMAX (CAPEX) hanya 1:300 (satu berbanding tigaratus) dibanding biaya investasi 3G. Investasi yang lebih murah ini otomatis akan memberikan tarif yang lebih murah pula bagi layanan WIMAX dibanding 3G nantinya.

Para pengamat memperkirakan dalam 2-3 tahun mendatang orang akan mencoba kehebatan 4G. Dan dalam kurun waktu itulah para operator harus memutar otak untuk mengembalikan investasi yang telah dikeluarkan dan tentu saja mencetak keuntungan. Jangan sampai modal investasi di 3G belum kembali, operator harus berinvestasi lagi di 4G.

Selain masalah investasi hal-hal yang menyuburkan rasa pesimistis akan masa depan 3G di Indonesia oleh berbagai kalangan diantaranya adalah mahalnya Handset yang compatible dengan layanan 3G/UMTS bagi sebagian besar masyarakat, coverage area yang masih terbatas, kurang jelasnya kompatibilitas dalam interkoneksi, dan budaya dari sebagian besar masyarakat sendiri yang sudah merasa cukup dengan layanan voice dan SMS. Sebagai ilustrasi, saat ini pengguna telepon seluler yang hanya menggunakan layanan voice dan SMS saja jumlahnya mencapai 99 %. Dengan pembagian peran kontribusi bagi pendapatan para operator seluler sekitar 70-85 % untuk voice dan 10-25 % untuk SMS, sedangkan yang memanfaatkan layanan data serta content masih berada di bawah angka 5 %.

Lalu apa yang harus dilakukan dengan kondisi pasar seperti sekarang ini? Tentu saja kreatifitas dalam memberikan variasi layanan, intensitas program-program sosialisasi dan edukasi masyarakat ditingkatkan, coverage area yang lebih luas, kualitas layanan yang memuaskan dan tarif yang terjangkau bagi target market di Indonesia yang akan menentukan kehadiran 3G membawa kesuksesan bagi operator penyelenggara atau tidak.

Berikutnya yang perlu difikirkan lebih dalam oleh para operator pemegang lisensi 3G adalah apakah manfaat lebih yang akan didapatkan oleh masyarakat maupun operator dengan digelarnya teknologi ini? Sebenarnya disamping hanya sebagai sebuah komoditi bisnis, 3G mempunyai potensi yang besar untuk dikembangkan dalam kegiatan-kegiatan sosial yang termasuk dalam Corporate Social Responsibility. Karena selain untuk kebutuhan personal, network 3G sebenarnya dapat juga digunakan untuk mempercepat pemerataan informasi serta akses internet sampai ke pelosok-pelosok Tanah Air karena pada dasarnya network ini dapat juga dijadikan network access ke jaringan internet. Masih banyak sekolah serta kampus perguruan tinggi yang belum memadai kualitas akses internetnya. Untuk itu operator 3G juga dapat memberikan kontribusi dalam mengurangi kesenjangan digital antara sekolah dan kampus di kota-kota besar dengan yang sekolah dan kampus yang berada di daerah.

e-Learning Berbasis 3G.

Salah satu konsep yang ditawarkan dalam pemanfaatan 3G bagi kegiatan sosial adalah pengembangan sistim pendidikan berbasis elektronika yang memungkinkan terjadinya proses belajar mengajar secara interaktif tanpa batasan geografis dengan menggunakan sebuah portal yang berisi berbagai referensi ilmu pengetahuan atau lebih dikenal dengan istilah e-Learning. Sistem belajar mengajar ini tidak hanya berkaitan dengan institusi pendidikan namun juga dapat dimanfaatkan oleh kalangan industri

Beberapa perusahaan besar yang ada di Amerika seperti Cisco System, Hewlet Packard, IBM, Oracle memanfaatkan sistem ini sebagai sarana promosi yang sangat efektif dan murah disamping usaha untuk peningkatan kualitas sumber daya manusia yang menguasai produk yang dihasilkan oleh perusahaan tersebut. Tidak hanya Amerika yang menerapkan sistem ini, beberapa negara Eropa seperti Swedia pun telah cukup berhasil dengan sistem e-Learning ini.

Lalu bagaimana dengan di Indonesia, apa yang dapat diperoleh masyarakat saat ini dari ketersediaan teknologi, infrastruktur dan dana yang dimiliki oleh para pelaku industri telekomunikasi. Seperti diungkapkan diatas bahwa pada dasarnya network 3G dapat juga dijadikan network access ke jaringan internet yang dapat dimanfaatkan masyarakat. Penerapan teknologi internet di bidang pendidikan dan pelatihan sangat dibutuhkan dalam rangka meningkatkan dan memeratakan mutu pendidikan di Indonesia yang wilayahnya tersebar dan terpisah secara geografis. Sehingga diperlukan solusi yang tepat dan cepat dalam mengatasi berbagai masalah yang berkaitan dengan mutu pendidikan sekarang. Dengan adanya aplikasi pendidikan jarak jauh yang berbasiskan internet, maka ketergantungan akan jarak dan waktu yang diperlukan untuk pelaksanaan pendidikan dan latihan akan dapat diatasi, karena semua yang diperlukan akan dapat disediakan secara online sehingga dapat diakses kapan saja. Begitupun manfaat yang akan dirasakan oleh dunia industri, terutama perusahaan-perusahaan besar dimana cabang-cabang perusahaan banyak tersebar di dalam dan luar negeri. Dengan menerapkan e-Learning perusahaan dapat menghemat biaya akomodasi bagi karyawan peserta training dan pelatihan, karena dapat dilaksanakan dari mana saja dan kapan saja secara interaktif dan real time.


Media Internet.

WWW (World Wide Web) merupakan salah satu tekonologi berbasis HTTP (HyperText Tranfer Protocol) yang telah berkembang sejak lama dan yang paling umum dipakai dalam pelaksanaan pendidikan dan latihan jarak jauh (e-Learning). Teknologi ini memungkinkan dibuatnya sebuah website yang berfungsi sebagai pusat kegiatan belajar-mengajar dan warehouse dari semua bahan-bahan pembelajaran. Secara umum aplikasi di internet terbagi menjadi 2 macam, yaitu :

  1. Synchronous System : Aplikasi yang berjalan secara waktu nyata dimana seluruh pemakai bisa berkomunikasi pada waktu yang sama, contohnya: chatting, Video Conference, dsb.

  2. Asynchronous System : Aplikasi yang tidak bergantung pada waktu dimana seluruh pemakai bisa mengakses ke sistem dan melakukan komunikasi antar mereka disesuaikan dengan waktunya masing-masing, contohnya: BBS, e-mail, dsb.

Untuk mencapai efektifitas maximal sistem pendukung e-Learning berbasi web dengan akses internet menggunakan 3G, idealnya dilakukan penggabungan antara sistem synchronous atau asynchronous, karena pada dasarnya masing-masing memiliki kelebihan dan kekurangannya. Dengan hadirnya 3G sebagai sebuah teknologi berkemampuan transer data dalam kecepatan tinggi akan sangat memungkinkan penerapan teknologi real time multimedia seperti video conference, video phone untuk kepentingan proses belajar-mengajar melalui e-Learning.

Nilai tambah lain dalam realisasi e-Leraning berbasis 3G adalah keleluasaan bergerak bagi para siswa maupun karyawan dalam men-download content dari Internet secara cepat, kapan saja dan dimana saja. Hal itu semakin dipermudah dengan tersedianya handset yang dilengkapi dengan fasilitas aplikasi mobile office dipasaran.

Pada akhirnya manfaat besar yang diharapkan dapat diperoleh adalah pemerataan informasi bagi segenap elemen bangsa dengan tersedianya infrastruktur yang memadai, sehingga program pencerdasan bangsa akan lebih cepat terealisasi. Tentu saja jika para pemegang dan pemilik sumber daya potensial seperti operator telekomunikasi misalnya mau mengulurkan tangan dan membantu bangsa ini menuju ke kondisi yang lebih maju. Seperti di ceritakan diatas, langkah yang diambil oleh Mobile-8 sebagai operator CDMA baru, misalnya, walaupun lisensinya bukan 3G, mungkin patut mendapat perhatian. Karena perusahaan ini secara aktif menjawab kebutuhan yang diharapkan oleh masyarakat. Langkah ini juga sudah sepatutnya diikuti oleh operator lain yang memang memiliki sumber daya potensial dalam wujud pengabdianya kepada masyarakat melalui Corporate Social Responsibility.

Pelaksanaan CSR akan sangat menguntungkan untuk dilakukan oleh peusahaan-perusahaan besar karena selalu membawa dua kebaikan, terjadinya simbiosis mutualisme yang saling memberi insentif bagi kedua belah pihak. Insentif bagi masyarakat, tentu saja dampak positif dari CSR pada segala bidang, sedangkan bagi perusahaan sendiri kredibilitas dan kepercayaan masyarakat akan semakin besar dan bukan tidak mungkin akan berpengarus positif bagi kemajuan perusahaan. Selain itu menurut David Vogel dalam buku karanganya yang berjudul The Market for Virtue, The Potentials ans Limits of Corporate Social Responsibility mengatakan bahwa bagi perusahaan transnasional CSR sangat mengungtungkan untuk menjaga image dan kredibilitas dari serangan kampanye-kampanye negatif para aktivis.

Mengambil langkah-langkah strategis, jelas, berani dan bermanfaat langsung bagi masyarakat pada awal pengenalan layanan ini hendaknya menjadi pertimbangan utama oleh operator penyedia layanan 3G. Jika tidak, layanan 3G hanya akan menjadi fitur yang tidak termanfaatkan dan hanya menjadi bahan diskusi para pakar serta praktisi telekomunikasi tanpa jelas wujud dan bentuknya di tengah-tengah masyarakat. Tanpa kreatifitas dan inovasi tinggi, operator pemegang lisensi tidak akan mampu berharap banyak dari keberhasilan 3G. dan bukan tidak mungkin karena tarif yang terlalu mahal ditambah dengan coverage area terbatas dan kualitas yang kurang memuaskan, masyarakat akan bersabar menunggu kehadiran 4G yang sebentar lagi akan diperlihatkan kemampuanya oleh Samsung dalam ajang Samsung 4G forum di pulau Jeju Korea.

Source: http://www.al-mansur.info


Freelance

Tidak punya kantor, tidak punya atasan, tidak punya bawahan. Bebas lepas. Tapi, bukan berarti tidak bisa professional dan menghasilkan duit banyak, lho !

Bagi anda yang menginginkan kebebasan, tidak suka keterikatan dan formalitas, mungkin bekerja sebagai tenaga lepas ( freelancer ) bisa menjadi pilihan. Anda bisa bebas bekerja secara mandiri. Tetapi, mungkin anda masih memandang dengan sebelah mata sistem bekerja lepas. Karena tidak punya kantor dan tidak sedikit yang menggarap ekerjaan di rumah, para freelancer ini memang tidak jarang dianggap setengah pengangguran.

Tapi anda tidak perlu berkecil hati, karena kabarnya, di negara Barat, kini hampir 50% angkatan kerjanya adalah tenaga lepas. Ini bisa menjadi indikasi bahwa kerja lepas pun potensial untuk menjadi salah satu cara berkarya dan memperoleh penghasilan besar.

Ada Pergeseran

Ada pergeseran tegas antara bekerja lepas (freelance dengan bekerja paruh waktu (part time). Untuk lebih mudahnya, mungkin sebaiknya anda memahami dulu apa itu kerja penuh waktu (full time). Jika anda bekerja penuh waktu, maka itu artinya anda karyawan suatu perusahaan tertentu yang punya kewajiban bekerja dari hari Senin hingga Jumat (atau Sabtu), dari awal higga akhir jam kerja.Karena itu, Anda mempunyai hak mendapatkan gaji, memperoleh tunjangan, dan fasilitas sesuai ketentuan perusahaan tempat anda bekerja.

Jika anda bekerja paruh waktu, berarti durasi kehadiran anda di kantor tempat anda tercatat sebagai karyawan tidak penuh. Misalnya, anda hanya mempunyai kewajiban bekerja mulai pukul 09.00 hingga 12.00, tiga kali dalam seminggu. Dalam kondisi ini, anda masih terikat dengan peraturan kantor tersebut, namun hanya digaji berdasarkan durasi waktu atau frekuensi kehadiran anda. Namun, ada beberapa perusahaan tertentu yang memberikan fasilitas-fasilitas untuk para part timer seperti yang didapat karyawan yang bekerja penuh.

Tetapi, jika anda bekerja sebagai tenaga lepas, anda benar-benar bekerja sebagai individu. Jika sebuah perusahaan membeli produk atau memakai jasa anda sebagai freelancer, maka yang akan mereka bayar adalah produk atau jasa yang andaberikan, bukan berdasarkan perhitungan berapa lama atau berapa sering ada bisa hadir di kantor tersebut. Sebagai tenaga lepas, anda tidak bisa menerima tunjangan-tunjangan dan sama sekali tidak terikat berbagai peraturan perusahan. Dengan kata lain, si pengontrak tidak mau tahu bagaimana anda menyelesaikan pekerjaan anda, yang penting anda memberikan hasil kerja sesuai dengan kontrak atau perjanjian yang telah disepakati.

Dalam situs kerjalepas.com dituliskan bahwa pekerjan freelance biasanya berbentuk proyek, yang sering kali ditawarkan dengan sistem tender. Sistem pembayarannya pun biasanya mengunakan sistem borongan, dalam arti tenaga lepas baru dibayar setelah ia menyelesaikan pekerjaannya. Namun ada juga yang dibayar dengan uang muka terlebih dahulu dan sisanya dibayar setelah pekerjaan selesai dilaksanakan.

Sayangnya, bekerja freelance masih sering dipandang sebelah mata alias tidak keren, dan tidak bonafide. Pasalnya, menurut Andrias Harefa, seorang konsultan pembelajaran dan sales & financial motivator dari lembaga Indonesia School of Life, selama ini hal-hal yang bersifat formal, termasuk pekerjaan, memang dianggap lebih hebat.

Walaupun begitu, Andrias melihat adanya fenomena-fenomena baru beberapa tahun belakangan ini, “ Ada pergeseran dari corporare life ke self life.artinya, apapun yang awalnya diasumsikan harusdikerjakan pada tingkat corporate (perusahaan), dalam intensitas tertentu, kini bisa dilakukan seorang individu secara mandiri. Sekarang lebih banyak orang yang mencari pekerjaan yang bisa memberi banyak keleluasaan baik dari segi waktu, tempat, maupun prestasi.Ini didukung oleh teknologi, misalnya komputer dan internet, yang memungkinkan orang bekerja di rumah tanpa harus datang ke kantor,” tutur Andrias.


Berjiwa Entrepreneur

Kebebasan tampaknya menjadi alasan utama para freelancer. Prinsipnya, work hard, play hard. Maksudnya, antar bekerja dan melakukan kesenangan- kesenangan atau menikmati kehidupan pribadi sesuai keinginan mereka itu seimbang, karena segalanya mereka atur sendiri. Biasanya mereka adalah orang-orang yang ingin bebas berkarya, berekspresi, dan mempunyai dorongan untuk lebih mengembangkan keahlian di bidangnya.

Kebebasan juga menjadi keuntungan yang paling jelas yang bisa diperoleh seorang freelancer. Bebas dari ikatan, rutinitas, dan formalitas. Dia juga bebas mengatur sistem , strategi dan teknik kerja, walaupun dia tetap harus berpegang pada tenggat dan target yang ditentukan oleh pihak penyedia kerja. “Para freelancer itu biasanya orang-orang yang mampu bekerja sendiri dan berani mengambil resiko. Karena itu, biasanya mereka berjiwa entrepreneur,” kata Mira Puspita, Senior Consultant- Experd, sebuah konsultan sumber daya manusia.

Hal itu juga diungkapkan oleh Adrias, “Entrepreneurship atau jiwa wiraswasta, harus dijadikan spirit. Ini membuat anda bebas, kreatif, berani mengambil resiko, dan sensitive terhadap lingkungan sehingga bisa dengan mudah melihat peluang.Jiwa entrepreneur itu bisa dilatih dan dikembangkan, “ kata penulis beberapa buku mengenai motivasi untuk bekerja mandiri itu.


Mengatur “Gaji” Sendiri

Memang , salah satu risiko seorangfreelancer adalah penghasilan yang tidak tentu jumlahnya dan tidak teratur diterimanya. Karenanya, para freelancer butuh siasat pengelolan keuangan yang tepat. Caranya ?

Elvyn G.Masyassya, seorang pengamat dan penasihat investasi dan keuangan, memberi saran untuk anda:


  1. Sebelumnya, anda harus bisa membuat perkiraan berapa kali anda akan memperoleh pendapatan dalam setahun. Sebagai arsitek lepas, misalnya, anda menargetkan akan mendapatkan empat proyek dalam setahun, maka setiap pendapatan dialokasikam untuk kebutuhan anda selama 3 bulan (12 bulan : 4 = 3 bulan). Jadi, kalau pekerja tetap menerima gaji bulanan secara rutin,anggap saja pengalokasian pendapatan inilah “gaji” anda.
  2. Pendapatan yang anda peroleh ini harus dikelola dengan baik. Pada dasarnya, pengelolaan keuangan itu adalah persamaan : pendapatan = konsumsi + tabungan + investasi. Jadi, setiap pendapatan yang anda peroleh sebaiknya dialokasikan untuk ketiga hal tersebut, dengan presentase masing-masing sebanyak 30%. Sisa 10 % sebaiknya anda anggap sebagai simpanan wajib, yang bisa anda gunakan sewaktu-waktu jika ada kebutuhan mendadak, sehingga tabungan anda tidak terganggu. Seorang karyawan masih mungkin mendapat tunjangan kesehatan dari perusahaannya jika ia mendadak sakit. Dan inilah yang bisa anda anggap sebagai tunjangan serupa.
  3. Ada 2 cara yang bisa anda lakukan untuk menaata keuangan anda, yaitu meningkatkan pendapatan atau mengurangi pengeluaran. Jika anda bisa meningkatkan pendapatan, maka pengeluaran anda tidak perlu diutak-atik. Meningkatkan penghasilan pun bisa dengan berbagai cara, misalnya menaikkan honor yang anda minta dari klien, atau memperbanyak proyek yang anda tangani. Tetapi, jika pendapatan tidak meningkat, pengeluaran mesti dibenahi.
  4. Buat neraca keuangan (balance sheet) pribadi berisi catatan asset dan kewajiban yang harus anda selesaikan (utang). Dalam mengelola neraca ini, anda harus membuat target selama 1 tahun, dan ada yan menjadi prioritas utama anda adalah penyelesaian utang (kalau ada). Buat jadwal pembayaran utang.
  5. Buat juga income statement, yaitu catatan akumulasi pendapatan dan biaya-biaya yang harus anda keluarkan dalam kurun waktu tiga bulan, enam bulan, atau satu tahun.
  6. Mengenai investasi, sebaiknya dilakukan dengan pola diversifikasi, yaitu beberapa jenis investasi yang karakteristiknya berbeda.Salah satunya, pilih investasi yang memberi proteksi, yaitu asuransi.
  7. Akan lebih memudahkan jika pendapatan yang diterima sudah dikurangi pajak.Karena itu, saat bernegoisasi dengan pengontrak, lebih baik anda meminta pendapatan bersih saja.Sebaiknya anda membuat perencanaan keuangan secara periodik sejak awal tahun dan merevisi pling tidak enam bulan sekali. Ini perlu untuk melihat komposisi investasi pengeluaran rutin dan yang perlu direncanakan, kondisi tabungan anda, juga pencapaian target total pendapatan yang anda inginkan.
  8. Jika ingin sukses mengelola uang, anda harus disiplin ! Jika anda disiplin, besar kemungkinan pendapatan anda lebih besar dibnding jika anda bekerja penuh di sebuah perusahan.


Mereka Yang Berprofesi Sebagai Freelancer


ASTERIA ERLANDA, Script Writer

Awalnya, Aster bekerja sebagai wartawan di salah satu majalah remaja.Layaknya pekerja kantoran, Aster harus bekerja dengan jadwal harian yang penuh sejak pagi hingga sore. Ia berhenti karena melanjutkan studi di luar negeri .Ketika kembali ke Indonesia, sebenarnya bias saja Aster kembali bekerja di tempat bekerjanya semula. Tapi, keburu dating tawaran untuk menjadi script writer ( penulis naskah ) kuis di RCTI. Karena menyukai tantangan , Aster segera mencobanya meskipun posisi yangditawarkan hanya sebagai freelancer yang dibayar per episode.Dari penulis naskah kuis, Aster mencoba menerima berbagai order menulis naskah lain, mulai dari advertorial media cetak sampai program televisi, seperti acara kuis Piramida Baru, Kata Berkait dan talk show Perempuan.

Ternyata menurut Aster, bekerja sebagai freelancer lebih sesuai untuk dirinya yang ingin memberikan waktu dan perhatian untuk keluarga. Kalau kerja di kantor, ia harus start dari rumah pukul 7 pagi, dan mungkin baru tiba setelah pukul 6 sore. Menjadi freelancer, ia bebas mengatur waktunya sendiri. Sebagai contoh, untuk program talk show Perempuan , naskah ditulis di rumah dan dikirim ke Metro TV lewat e-mail. Saat syuting berlangsung, Aster hanya butuh waktu sekitar 2,5 jam hadir di studio. Untuk order advetorial yang mendesak, Aster bahkanbisa menyelesaikannnya hanya dalam waktu satu hari.Modal utamanya pun relatif murah : komputer dan akses internet

“ Yang dibutuhkan adalah disiplin diri.Saya tidak boleh bergantung pada mood, bahkan sebaliknya, menurut saya, mood itu harus dibangun, “ kata sarjana komunikasi yang juga lulusan S2 jurnalistik dari Australia itu.

Untuk menjaga hubungan dengan klien, Aster tidak pernah menolak order, sesibuk apa pun dirinya.Dan, demi profesionalisme , ia juga tidak pernah meminta waktu untuk keperluan pribadi, misalnya anak yang sakit, karena ia sangat menghargai jadwal kliennya. Selain itu, agar tulisannya tetap up to date, ia rajin membuka kamus, membca berbagai referensi, koran, dan majalah.Tak heran, reputasi Aster terbilang bagus sehingga namanya kerap direkomendasikan.

Begitu cintanya pada pekerjaan freelance, Aster selalu tegas menolal tawaran untuk bekerja full time. Saya betul-betul ingin menjaga profesionalisme pribadi.Saya tidak mau cheating, bekerja di satu tempat secara full time, dan mencuri-curi waktu untuk freelance di tempat lain, “ ungkapnya.

DONNY A SITUMORANG, Arsitek

Untuk Donny, krisis moneter yangmelanda Indonesia pada tahun 1997 tidak melulu berdampak buruk, malah membuatnya menjadi lebih kreatif dalam berkarya. Akibat krisis moneter itu, ia berhenti bekerja dari salah satu pekerjan konsultan, dan memutuskan untuk menjadi arsitek lepas yang menerima order menggarap proyek rumah tinggal. Di samping alasan krisis, ia juga menganggap menjadi arsitek lepas merupakan perwujudan idealismenya sebagai arsitek. “Kalau ikut orang, saya kurang bisa karena desain diatur oleh perusahaan. Kalau bekerja sendiri, saya bisa jadi bos, tidak perlu diperintah-perintah, “ ujar arsitek lulusan Universitas Diponegoro yag juga tergabung dalam Iaktan Arsitek Indonesia (IAI) itu.

Biasanya, minimal ada satu proyek yang ditanganinya dalam setahun. Satu proyek butuh penyelesaian sekitar 6 bulan. Sebagai arsitek, ia tak hanya mendapat order menggambar desin rumah, tetapi juga membangun dan sekaligus menata interiornya.Untuk itu, ia mendapat bayaran 10% dari total harga proyek, yang pembayarannya diatur dalam beberapa tahap sesuai perjanjian.Selain pengaturan pembayarannya, Donny merasa total pendapatannya tidak jauh berbeda dari arsitek lain yang bekerja di perusahaan. “ Untuk itu , saya harus disiplin dalam mengatur soal keuangan, “ ujarnya.

Persoalan modal menjadi kendala awal yang dirasakan Donny saat mulai bekerja sebagai arsitek freelance.Untuk itu, ia mengaku cukup tahu diri dengan tidak mengambil alih proyek – proyek besar, dan memilih mengambil proyek rumah tinggal kelas menengah. “Yang penting hasilnya memuaskan klien, karena klien yang puas akhirnya akan melakukan promosi dari mulut ke mulut, “ kata Donny.

Setelah merasakan bekerja sebagai arsitek freelance, Donny mengaku tidak lagi tertarik untuk bekerja sebagai arsitek tetap. “ Kecuali untuk proyek spektakuler yang juga menjadi bagian dari idealisme saya, atau sebagai tenaga ahli,” ujarnya.

AISH DAENG RENATA, Dubber

Aish kerap mengisi suara pemeran utama telenovela.Tak jarang suaranya muncul memerankan karakter tokoh film kartun atau tokoh perempuan cantik di film lepas Mandarin di berbagai televisi swasta, juga beberapa iklan.

Bekerja freelance sebagai pengisi suara ( dubber) memang tidak masuk ke dalam rencana kariernya. Sebelumnya, ia pernah menjadi asisten dokter gigi di Semarang. Pertemuannya dengan sutradara Dedi Setiadi yang menawarinya sebagai dubber di Jakarta mengubah langkah wanita yang pernah bergabung dengan sebuah kelompok teater itu.

Setelah berkeluarga danmempunyai seorangputri, kini Aish semakin mensyukuri pilhannya, ‘ Dalam seminggu, selalu dalam beberapa hari kosong. Selain itu, saya tidak terikat. Kalau mau kerja, ya kerja, kalau tidak mau kerja juga boleh. Untuk film serial pun saya masih bisa fleksibel mengukur waktu, “ ujarnya.

Untuk menjadi dubber yangbaik, menurut Aish, dibutuhkan beberapa syarat khusus. Misalnya, kemamupan membaca yang jelas, pemahaman terhadap naskah dan karakter tokoh, suara dengan tenaga yang bagus, dan kemampuan berbahasa Indonesia yang baik dan benar namun tetap komunikatif.

Ia optimis pekerjaannya sebagai dubber lepas memberikan masa depan yang prospektif. Selain penghasilan yang relatif memuaskan, profesinya sebagai dubber juga memungkinkannya berkembang ke jenjang yang lebih tinggi. “ Karier seorang dubber bias meningkat menjadi pengarah dialog, dan selanjutnya bisa bertanggung jawab penuh terhadap pengisian suara suatu film, “ ujar wanita yang selalu berusaha menjaga kualitas dan reputasi kerjanya itu. (Sumber : Majalah Femina).

Taken from: http://www.al-mansur.info

TNI Kembali Berpolitik? Boleh, Tapi "Ojo Kesusu"!

Oleh : Mansur Hidayat

Presiden republik Indonesia yang juga seorang pensiunan militer, Jenderal (Purn) Susilo Bambang Yudhoyono (SBY) berpesan kepada panglima TNI terpilih Marsekal Djoko Suyanto agar sebaiknya TNI jangan lagi masuk dan terseret kedalam politik praktis, presiden menyadari pada masa transisi seperti ini banyak sekali godaan yang datang kepada TNI untuk kembali terjun kedunia politik. Lebih jauh menurut presiden pemberian hak memilih bagi anggota TNI membawa konsekuensi yang kurang baik, karena menurut presiden politik dipenuhi dengan perbedaan kepentingan antar golongan yang berpotensi memunculkan konflik di tubuh TNI. Dengan kata lain presiden khawatir pemberian hak pilih kepada TNI pada pemilu 2009 akan memecah belah persatuan TNI itu sendiri.

Pernyataan berbeda muncul dari mantan Panglima TNI Jenderal Endriartono Sutarto yang berpesan kepada Marsekal Djoko Suyanto agar memperjuangkan hak-hak berpolitik TNI dalam Pemilu 2009. Implikasi dari pernyataan ini membawa polemik di masyarakat. Masyarakat khawatir pemulihan hak berpolitik TNI sama halnya dengan pengulangan kembali sejarah kelam kehidupan berdemokrasi, sejarah mencatat salah satu penyebab kegagalan demokrasi di Indonesia adalah partisipasi TNI dalam politik praktis.

Sebenarnya tidak ada yang salah dengan statement Jenderal Endriartono, karena pada prinsipnya demokrasi tidak mengenal pilih kasih terhadap setiap warga negara untuk menggunakan hak politiknya. Jika hak politik tersebut ditiadakan, itu berarti diskriminasi dan pelanggaran hak berpolitik bagi prajurit TNI sebagai warga negara yang sama kedudukannya dengan warga negara lainnya. Jenderal Endriartono yakin pengembalian hak berpolitik TNI pada pemilu 2009 tidak akan memecah belah kesatuan TNI meskipun masing-masing prajurit memilih partai politik berbeda dalam menyalurkan aspirasi politikknya.

Pikiran jernih diperlukan untuk menyikapi permasalahan ini, ada beberapa hal yang perlu dipertimbangkan sebelum memutuskan mengembalikan hak-hak berpolitik TNI. Diantaranya adalah kedewasaan dan profesionalitas TNI sebagai institusi pertahanan dan keamanan negara dalam berdemokrasi. Apakah nantinya setelah hak berpolitik TNI yang sejak pemilu tahun 1971 tidak pernah digunakan didapatkan kembali, TNI mampu berperan secara adil, demokratis dan sehat dalam carut marut pentas perpolitikan Indonesia. Atau sebaliknya TNI tidak mampu bersikap netral dalam menggunakan hak pilihnya sebagaimana catatan sejarah hak pilih anggota TNI dipengaruhi oleh sistem komando dari atasan, bukan berdasarkan pilihan hati nurani tiap-tiap individu. Jika hal terakhir ini yang terjadi, maka potensi munculnya konflik bisa datang kapan saja, sebagai akibat terkotak-kotaknya tubuh TNI dan tarik menarik dukungan terhadap masing-masing kontestan di pemilu 2009.

Kekhawatiran tersebut bisa ditepis jika TNI telah memiliki profesionalisme yang tinggi dan tingkat kedewasaan berdemokrasi yang memadai. Yaitu kondisi dimana TNI mampu memposisikan dirinya dalam fungsi dan tugas utamanya sebagai institusi yang mengamankan dan melindungi kesatuan NKRI dari berbagai ancaman baik dari dalam maupun luar negeri.
Sangat tidak bijaksana jika dalam mengambil sebuah kebijakan strategis hanya berdasar kepada perbandingan antara implementasi hak berpolitik tentara di Indonesia dengan tentara dinegara maju. Perlu disadari bahwa kondisi demokrasi dinegara maju telah mengalami proses pendewasaan demokrasi yang sangat panjang dan matang. Kondisi ini berbeda dengan iklim demokrasi di Indonesia dimana sampai hari ini belum menunjukkan tingkat kedewasaan dan pengetahuan demokrasi yang memadai. Isu pelanggaran hak berpolitik juga tidak bisa serta merta dijadikan alasan untuk menghidupkan hak berpolitik TNI. Realitas kondisi kedewasaan berdemokrasi di Indonesia harus menjadi pertimbangan utama dalam mengambil kebijakan agar terhindar dari hal-hal yang berakibat buruk bagi kehidupan berbangsa.

Selain TNI, tingkat kedewasaan berdemokrasi kalangan sipil sebagai partisipan utama dalam kancah politik nasional juga harus dipertimbangkan. Kurang siapnya pihak sipil dalam management institusi politik berakibat begitu mudahnya kalangan TNI diseret masuk kedalam politik praktis dengan asas simbiosis mutualisme. Jika TNI dengan tingkat kedewasaan berdemokrasi yang masih dipertanyakan terseret kembali kedalam politik praktis, maka dapat diprediksikan tugas dan fungsi utama TNI akan berjalan kurang optimal karena TNI terlalu disibukkan dengan berbagai konflik dan masalah politik Fenomena semakin maraknya aksi demonstrasi yang tidak lagi berfungsi sebagai media penyampaian aspirasi tetapi lebih mengarah kepada pemaksaan kehendak dengan dibumbui aksi-aksi anarkisme menunjukkan kurang dewasanya kalangan sipil berdemokrasi. Kalangan elite politik sendiri dalam beberapa tahun terakhir ini belum mampu memberikan contoh keteladanan bagi publik. Para elite lebih disibukkan dengan perselisihan antar individu dan kelompok tanpa adanya penyelesaian yang elegan. Hal itu terdeskripsi dalam berbagai berita dimedia massa dimana antarelite saling melontarkan tudingan dan kritikan-kritikan destruktif terhadap lawan-lawan politiknya terutama kepada pemerintah tanpa dibarengi dengan sumbangsih ide dan pemikiran yang dapat dijadikan solusi bagi permasalahan bangsa. Dengan kata lain kepentingan pribadi atau golongan masih diutamakan diatas kepentingan negara.

Berpijak kepada realitas kondisi tersebut diperlukan kesabaran dan proses pendidikan demokrasi yang panjang bagi sipil dan TNI hingga nantinya tercapai tingkat kedewasaan yang cukup memadai untuk mengembalikan hak berpolitik TNI. Hal yang seharusnya menjadi fokus utama TNI saat ini adalah penuntasan agenda reformasi TNI meliputi reformasi budaya dan reformasi struktur kelembagaan menuju TNI yang profesional. Yaitu TNI yang terdidik, terlatih dengan kelengkapan senjata dan fasilitas yang ideal sesuai kondisi geografis NKRI, taat terhadap kebijakan politik negara yang dilandasi prinsip demokrasi, supremasi hukum, hak asasi manusia, selalu berjalan dalam koridor hukum nasional maupun internasional, serta adanya jaminan kesejahteraan bagi anggota TNI oleh negara.

Jika pernyataan Presiden SBY pada saat pelantikan panglima TNI terpilih dipahami dengan baik oleh publik Indonesia, pengembalian hak berpolitik TNI pada pemilu 2009 bukanlah sebuah keputusan yang bijaksana. Ojo kesusu! Adalah ungkapan dalam bahasa jawa yang bermakna selalu berhati-hati dan tidak tergesa-gesa dalam mengambil setiap langkah, sangat tepat digunakan untuk menyikapi keinginan berpolitik TNI pada pemilu mendatang. Pengembalian hak berpolitik TNI tanpa terlebih dahulu menuntaskan agenda-agenda reformasi TNI hanya akan memberi peluang terjadinya politisasi TNI pada pemilu. Hak berpolitik TNI hanya dapat dikembalikan pada saat tercapainya sebuah kondisi dimana objektifitas dan independensi prajurit TNI dalam menggunakan hak pilihnya terbebas dari intervensi kekuatan dan tekanan apapun. Namun sayangnya kondisi ideal tersebut belum tampak pada waktu sekarang ini.

Source: http://www.al-mansur.info

Management Waktu

Oleh : Mansur Hidayat

Fenomena kuliah sambil bekerja banyak dijumpai diberbagai negara, tidak hanya dinegara berkembang, negara maju yang telah mapan secara ekonomi juga banyak dijumpai hal serupa. Ada beragam motivasi yang mendasari mengapa banyak sekali mahasiswa kuliah dan bekerja, faktor ekonomi menduduki peringkat pertama sebagai motivator paling ampuh. Mencari pengalaman kerja dan memperluas relasi juga cukup berperan sebagai motivator mengapa mahasiswa memilih kuliah sambil bekerja.

Di Indonesia, kondisi perekonomian yang cukup sulit bagi sebagian lapisan masyarakat mendorong mahasiswa mencari solusi permasalahan finansial yang mereka alami dengan bekerja. Ada sebagian mahasiswa yang memang mempunyai masalah dengan biaya kuliah, sehingga mereka berusaha meringankan beban orang tua dengan bekerja. Namun ada juga mahasiswa yang bekerja dengan alasan kemandirian ataupun sekedar mencari tambahan uang saku seiring kebutuhan hidup yang semakin meningkat. Apapun motivasinya, tidak ada larangan bagi seseorang untuk kuliah sambil bekerja. Namun, yang menjadi masalah adalah kondisi dimana kuliah sebagai prioritas utama bergeser posisinya menjadi prioritas kedua setelah pekerjaan. Sehingga banyak dijumpai pada kasus-kasus tertentu, kuliah menjadi "keteteran" atau terlantar karena mahasiswa keasyikan bekerja dan tidak mampu mengatur waktu dengan baik.

Berbicara tentang bagaimana me-manage waktu dengan baik, sangat berkaitan dengan tipe pekerjaan yang dipilih. Apakah fulltime work, parttime work, shift work, freelance atau bahkan enterpreanurship?
Fulltime work mengharuskan mahasiswa untuk bekerja dalam jadwal waktu yang pasti, atau lebih terkenal dengan istilah "jam kantor". Untuk tipe pekerjaan seperti ini disarankan kepada mahasiswa untuk memilih program kuliah ekstensi maupun reguler kelas malam, karena program ini lebih memberikan keleluasaan bagi mahasiswa untuk melaksanakan kedua aktifitas tersebut dengan lebih teratur, siang untuk bekerja dan malam untuk kuliah. Tipe berikutnya adalah parttime work dan shift work. Kedua tipe pekerjaan ini mempunyai kemiripan karakter dimana jadwal kerja tidak menentu, bisa diwaktu siang ataupun malam, tergantung schedule maker. Untuk tipe pekerjaan seperti ini, negosiasi dengan atasan atau in charge sangat membantu dalam upaya mencari titik temu antara jadwal kerja dan jadwal kuliah agar tidak saling bentrok. Kerjasama individual dengan rekan kerja atau lebih dikenal dengan istilah "tukeran shift" juga merupakan sebuah solusi untuk mendapatkan jadwal kerja yang lebih fleksibel. Sedangkan untuk tipe freelance dan enterpreanurship lebih memberikan keleluasaan waktu bagi mahasiswa, karena tipe pekerjaan ini tidak mengikat. Sehingga mahasiswa lebih bebas menentukan waktu, kapan harus bekerja dan kapan harus kuliah.
Pada akhirnya apapun tipe pekerjaan dan motivasinya, management waktu yang baik sangat bermanfaat untuk menselaraskan kedua aktivitas tersebut "Ya Kuliah, Ya Bekerja". Tentu saja hal itu tidak cukup tanpa dibarengi oleh keseriusan dan komitmen untuk menempatkan keduanya dalam skala prioritas yang sama. Sah-sah saja setiap orang melakukan berbagai cara untuk mensiasati keadaan yang serba sulit dan untuk dapat survive dalam hidup, selama cara-cara yang dilakukan masih dalam koridor nilai-nilai positif. Baik dilihat dari perspektif agama, hukum maupun kultur sosial Indonesia tercinta. So, keep on working…dude!

Penulis adalah lulusan Universitas Stikubank Semarang, Fakultas Teknologi Informasi, jurusan Teknik Informatika.